Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh.
Sejarah
Yupa
Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.
Mulawarman
Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Kundungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Kundungga sendiri diduga belum menganut agama Budha.
Aswawarman
Aswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga. Aswawarman memiliki 3 orang putera, dan salah satunya adalah Mulawarman.
Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.
Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing, hingga sangat sedikit yang mendengar namanya.
Peta Kerajaan Kutai
Berakhir
Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.
Nama-Nama Raja Kutai
1. Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman
2. Maharaja Asmawarman (anak Kundungga)
3. Maharaja Mulawarman
4. Maharaja Marawijaya Warman
5. Maharaja Gajayana Warman
6. Maharaja Tungga Warman
7. Maharaja Jayanaga Warman
8. Maharaja Nalasinga Warman
9. Maharaja Nala Parana Tungga
10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
11. Maharaja Indra Warman Dewa
12. Maharaja Sangga Warman Dewa
13. Maharaja Candrawarman
14. Maharaja Sri Langka Dewa
15. Maharaja Guna Parana Dewa
16. Maharaja Wijaya Warman
17. Maharaja Sri Aji Dewa
18. Maharaja Mulia Putera
19. Maharaja Nala Pandita
20. Maharaja Indra Paruta Dewa
21. Maharaja Dharma Setia
Sumber: http://blog.unnes.ac.id/airienz/2010/11/22/kerajaan-kutai/
Read More......
Sabtu, 26 Maret 2011
Rukun Iman dan Rukun Islam
Diposting oleh
Rusdi Razak Ali
Rukun Iman terdiri dari:
* Iman kepada Allah.
o Patuh dan taat kepada ajaran dan hukum-hukum Allah.
* Iman kepada malaikat-malaikat Allah.
o Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta.
* Iman kepada kitab-kitab Allah.
o Melaksanakan ajaran kitab-kitab Allah hanif. Salah satu kitab Allah adalah Al-Qur’an.
o Al-Qur’an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab Zabur, Taurat, dan Injil.
* Iman kepada rasul-rasul Allah.
o Mencontoh perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran.
* Iman kepada hari kiamat.
o Faham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan.
* Iman kepada Qada dan Qadar.
o Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta.
Rukun Islam terdiri daripada lima perkara:
* Mengucap dua kalimat syahadat dan menerima bahwa Allah itu tunggal dan Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah.
* Menunaikan salat lima kali sehari.
* Mengeluarkan zakat.
* Berpuasa pada bulan Ramadan.
* Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.
Sumber: http://blog.unnes.ac.id/airienz/2010/11/22/rukun-iman-dan-rukun-islam/ Read More......
* Iman kepada Allah.
o Patuh dan taat kepada ajaran dan hukum-hukum Allah.
* Iman kepada malaikat-malaikat Allah.
o Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta.
* Iman kepada kitab-kitab Allah.
o Melaksanakan ajaran kitab-kitab Allah hanif. Salah satu kitab Allah adalah Al-Qur’an.
o Al-Qur’an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab Zabur, Taurat, dan Injil.
* Iman kepada rasul-rasul Allah.
o Mencontoh perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran.
* Iman kepada hari kiamat.
o Faham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan.
* Iman kepada Qada dan Qadar.
o Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta.
Rukun Islam terdiri daripada lima perkara:
* Mengucap dua kalimat syahadat dan menerima bahwa Allah itu tunggal dan Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah.
* Menunaikan salat lima kali sehari.
* Mengeluarkan zakat.
* Berpuasa pada bulan Ramadan.
* Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.
Sumber: http://blog.unnes.ac.id/airienz/2010/11/22/rukun-iman-dan-rukun-islam/ Read More......
Jumat, 18 Maret 2011
Membongkar Kedok Sufi : Ilmu Laduni
Diposting oleh
Rusdi Razak Ali
Kata sebagian orang: “Ilmu ini sangat langka dan sakral. Tak sembarang orang bisa meraihnya, kecuali para wali yang telah sampai pada tingkatan ma’rifat. Sehingga jangan sembrono untuk buruk sangka, apalagi mengkritik wali-wali yang tingkah lakunya secara dhahir menyelisihi syariat.
Wali-wali atau gus-gus itu beda tingkatan dengan kita, mereka sudah sampai tingkatan ma’rifat yang tidak boleh ditimbang dengan timbangan syari’at lagi”. Benarkah demikian? Inilah topik yang kita kupas pada kajian kali ini.
Hakikat Ilmu Laduni
Kaum sufi telah memproklamirkan keistimewaan ilmu laduni. Ia merupakan ilmu yang paling agung dan puncak dari segala ilmu. Dengan mujahadah, pembersihan dan pensucian hati akan terpancar nur dari hatinya, sehingga tersibaklah seluruh rahasia-rahasia alam ghaib bahkan bisa berkomunikasi langsung dengan Allah, para Rasul dan ruh-ruh yang lainnya, termasuk nabi Khidhir. Tidaklah bisa diraih ilmu ini kecuali setelah mencapai tingkatan ma’rifat melalui latihan-latihan, amalan-amalan, ataupun dzikir-dzikir tertentu.
Ini bukan suatu wacana atau tuduhan semata, tapi terucap dari lisan tokoh-tokoh tenar kaum sufi, seperti Al Junaidi, Abu Yazid Al Busthami, Ibnu Arabi, Al Ghazali, dan masih banyak lagi yang lainnya yang terdapat dalam karya-karya tulis mereka sendiri.
1. Al Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin 1/11-12 berkata: “Ilmu kasyaf adalah tersingkapnya tirai penutup, sehingga kebenaran dalam setiap perkara dapat terlihat jelas seperti menyaksikan langsung dengan mata kepala … inilah ilmu-ilmu yang tidak tertulis dalam kitab-kitab dan tidak dibahas … “. Dia juga berkata: “Awal dari tarekat, dimulai dengan mukasyafah dan musyahadah, sampai dalam keadaan terjaga (sadar) bisa menyaksikan atau berhadapan langsung dengan malaikat-malaikat dan juga ruh-ruh para Nabi dan mendengar langsung suara-suara mereka bahkan mereka dapat langsung mengambil ilmu-ilmu dari mereka”. (Jamharatul Auliya’: 155)
2. Abu Yazid Al Busthami berkata: “Kalian mengambil ilmu dari orang-orang yang mati. Sedang kami mengambil ilmu dari Allah yang Maha Hidup dan tidak akan mati. Orang seperti kami berkata: “Hatiku telah menceritakan kepadaku dari Rabbku”. (Al Mizan: 1/28)
3. Ibnu Arabi berkata: “Ulama syariat mengambil ilmu mereka dari generasi terdahulu sampai hari kimat. Semakin hari ilmu mereka semakin jauh dari nasab. Para wali mengambil ilmu mereka langsung dari Allah yang dihujamkan ke dalam dada-dada mereka.” (Rasa’il Ibnu Arabi hal. 4)
Dedengkot wihdatul wujud ini juga berkata: “Sesungguhnya seseorang tidak akan sempurna kedudukan ilmunya sampai ilmunya berasal dari Allah ‘Azza wa Jalla secara langsung tanpa melalui perantara, baik dari penukilan ataupun dari gurunya. Sekiranya ilmu tadi diambil melalui penukilan atau seorang guru, maka tidaklah kosong dari sistim belajar model tersebut dari penambahan-penambahan. Ini merupakan aib bagi Allah ‘Azza wa Jalla – sampai dia berkata – maka tidak ada ilmu melainkan dari ilmu kasyaf dan ilmu syuhud bukan dari hasil pembahasan, pemikiran, dugaan ataupun taksiran belaka”.
Ilmu Laduni Dan Dampak Negatifnya Terhadap Umat
Kaum sufi dengan ilmu laduninya memiliki peran sangat besar dalam merusak agama Islam yang mulia ini. Dengannya bermunculan akidah-akidah kufur –seperti diatas – dan juga amalan-amalan bid’ah. Selain dari itu, mereka secara langsung ataupun tidak langsung terlibat dalam kasus pembodohan umat. Karena menuntut ilmu syar’i merupakan pantangan besar bagi kaum sufi. Berkata Al Junaidi: “Saya anjurkan kepada kaum sufi supaya tidak membaca dan tidak menulis, karena dengan begitu ia bisa lebih memusatkan hatinya. (Quutul Qulub 3/135)
Abu Sulaiman Ad Daraani berkata: “Jika seseorang menuntut ilmu hadits atau bersafar mencari nafkah atau menikah berarti ia telah condong kepada dunia”. (Al Futuhaat Al Makiyah 1/37)
Berkata Ibnul Jauzi: “Seorang guru sufi ketika melihat muridnya memegang pena. Ia berkata: “Engkau telah merusak kehormatanmu.” (Tablis Iblis hal. 370)
Oleh karena itu Al Imam Asy Syafi’i berkata: “Ajaran tasawuf itu dibangun atas dasar rasa malas.” (Tablis Iblis:309)
Tak sekedar melakukan tindakan pembodahan umat, merekapun telah jatuh dalam pengkebirian umat. Dengan membagi umat manusia menjadi tiga kasta yaitu: syariat, hakekat, dan ma’rifat, seperti Sidarta Budha Gautama membagi manusia menjadi empat kasta. Sehingga seseorang yang masih pada tingkatan syari’at tidak boleh baginya menilai atau mengkritik seseorang yang telah mencapai tingkatan ma’rifat atau hakekat.
Syubhat-Syubhat Kaum Sufi Dan Bantahannya
1. Kata laduni mereka petik dari ayat Allah yang berbunyi:
وَعَلَمَّنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا
“Dan kami telah ajarkan kepadanya (Nabi khidhir) dari sisi Kami suatu ilmu”. (Al Kahfi: 65)
Mereka memahami dari ayat ini adanya ilmu laduni sebagaimana yang Allah anugerahkan ilmu tersebut kepada Nabi Khidhir. Lebih anehnya mereka meyakini pula bahwa Nabi Khidhir hidup sampai sekarang dan membuka majlis-majlis ta’lim bagi orang-orang khusus (ma’rifat).
Telah menjadi ijma’ (kesepakatan) seluruh kaum muslimin, wajibnya beriman kepada nabi-nabi Allah tanpa membedakan satu dengan yang lainnya dan mereka diutus khusus kepada kaumnya masing-masing. Nabi Khidhir diutus untuk kaumnya dan syari’at Nabi Khidhir bukanlah syari’at bagi umat Muhammad. Rasulullah bersabda:
كَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً
“Nabi yang terdahulu diutus khusus kepada kaumnya sendiri dan aku diutus kepada seluruh umat manusia” (Muttafaqun ‘alaihi)
Allah berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ
“Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan peringatan”. (As Saba’: 28)
Adapun keyakinan bahwa Nabi Khidhir masih hidup dan terus memberikan ta’lim kepada orang-orang khusus, maka bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Allah berfirman:
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ
(artinya) “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad). (Al Anbiya’: 34)
Rasulullah bersabda:
مَا مِنْ مَنْفُوْسَةٍ اليَوْمَ تَأْتِيْ عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ وَهِيَ يَوْمَئِذٍ حَيَّةٌ
“Tidak satu jiwapun hari ini yang akan bertahan hidup setelah seratus tahun kedepan”. (H.R At Tirmidzi dan Ahmad)
Adapun keyakinan kaum sufi bahwa seseorang yang sudah mencapai ilmu kasyaf, akan tersingkap baginya rahasia-rahasia alam ghaib. Dengan cahaya hatinya, ia bisa berkomunikasi dengan Allah, para Rasul, malaikat, ataupun wali-wali Allah. Pada tingkatan musyahadah, ia dapat berinteraksi langsung tanpa adanya pembatas apapun.
Cukup dengan pengakuannya mengetahui ilmu ghaib, sudah bisa dikatakan ia sebagai seorang pendusta. Rasul Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah seorang yang paling mulia dari seluruh makhluk Allah, namun Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam tidaklah mengetahui ilmu ghaib kecuali apa yang telah diwahyukan kepadanya.
قُلْ إِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ مَا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّي أَمَدًا ﴿٢٥﴾ عَالِمُ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا
“Dia (Allah) yang mengetahui ilmu ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan seseorangpun tentang yang ghaib kecuali dari para rasul yang diridhai-Nya”. (Al Jin: 25-26)
Apalagi mengaku dapat berkomunikasi dengan Allah atau para arwah yang ghaib baik lewat suara hatinya atau berhubungan langsung tanpa adanya pembatas adalah kedustaan yang paling dusta. Akal sehat dan fitrah suci pasti menolaknya sambil berkata: “Tidaklah muncul omongan seperti itu kecuali dari orang stres saja”. Kalau ada yang bertanya, lalu suara dari mana itu? Dan siapa yang diajak bicara? Kita jawab, maha benar Allah dari segala firman-Nya:
هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ ﴿٢٢١﴾ تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ ﴿٢٢٢﴾ يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ ﴿٢٢۳﴾
“Apakah akan Aku beritakan, kepada siapa syaithan-syaithan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaithan) itu, dan kebanyakan mereka orang-orang pendusta”. (Asy Syu’ara: 221-223)
2. Sebagian kaum sufi berkilah dengan pernyataannya bahwa ilmu laduni (Al Kasyaf) merupakan ilham dari Allah (yang diistilahkan wangsit). Dengan dalih hadits Nabi Muhammad:
إِنَّهُ قَدْ كَانَ قَبْلَكُمْ فِيْ الأَمَمِ مُحَدَّثُوْنَ فَإِنْ يَكَنْ فِيْ أُمَّتِي أَحَدٌ فَعُمَر
“Dahulu ada beberapa orang dari umat-umat sebelum kamu yang diberi ilham. Kalaulah ada satu orang dari umatku yang diberi ilham pastilah orang itu Umar.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Hadits ini sama sekali tidak bisa dijadikan hujjah bagi mereka. Makna dhohir hadits ini, menunjukkan keberadaan ilham itu dibatasi dengan huruf syarat (kalaulah ada). Maksudnya, kalaupun ada pada umat ini, pastilah orang yang mendapatkan ilham adalah Umar Ibnul Khathab. Sehingga beliau digelari al mulham (orang yang mendapatkan ilham). Dan bukan menunjukkan dianjurkannya cari wangsit, seperti petuah tokoh-tokoh tua kaum sufi. Bagaimana mereka bisa memastikan bisikan-bisikan dalam hati itu adalah ilham? Sementara mereka menjauhkan dari majlis-majlis ilmu yang dengan ilmu syar’i inilah sebagai pemisah antara kebenaran dengan kebatilan.
Mereka berkilah lagi: “Ini bukan bisikan-bisikan syaithan, tapi ilmu laduni ini merubah firasat seorang mukmin, bukankah firasat seorang mukmin itu benar? Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Hati-hati terhadap firasat seorang mukmin. Karena dengannya ia melihat cahaya Allah”. (H.R At Tirmidzi)
Hadits ini dho’if (lemah), sehingga tidak boleh diamalkan. Karena ada seorang perawi yang bernama Athiyah Al Aufi. Selain dia seorang perawi yang dho’if, diapun suka melakukan tadlis (penyamaran hadits).
Singkatnya, ilham tidaklah bisa mengganti ilmu naqli (Al Qur’an dan As Sunnah), lebih lagi sekedar firasat. Ditambah dengan adanya keyakinan-keyakinan batil yang ada pada mereka seperti mengaku mengetahui alam ghaib, merupakan bukti kedustaan diatas kedustaan. Berarti, yang ada pada kaum sufi dengan ilmu laduninya, bukanlah suatu ilham melainkan bisikan-bisikan syaithan atau firasat rusak yang bersumber dari hawa nafsu semata. Disana masih banyak syubhat-syubhat mereka, tapi laksana sarang laba-laba, dengan fitrah sucipun bisa meruntuhkan dan membantahnya.
Hadits-Hadits Dho’if Dan Palsu Yang Tersebar Di Kalangan Umat
Hadits Ali bin Abi Thalib:
عِلْمُ الْبَاطِنِ سِرٌّ مِنْ أَسْرَارِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَحُكْمٌ مِنْ أَحْكَامِ اللهِ ، يَقْذِفُهُ فِيْ قُلُوْبِ مَنْ يَشَاءَ مِنْ عِبَادِهِ
“Ilmu batin merupakan salah satu rahasia Allah ‘Azza wa Jalla, dan salah satu dari hukum-hukum-Nya yang Allah masukkan kedalam hati hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya”.
Keterangan:
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi di dalam kitab Al Wahiyaat 1/74, beliau berkata: “Hadits ini tidak shahih dan secara mayoritas para perawinya tidak dikenal”. Al Imam Adz Dzahabi berkata: “Ini adalah hadits batil”. Asy Syaikh Al Albani menegaskan bahwa hadits ini palsu. (Lihat Silsilah Adh Dha’ifah no 1227)
(Dikutip dari Buletin Islam Al Ilmu Edisi 31/II/I/1425, diterbitkan Yayasan As Salafy Jember. Judul asli "Tasawuf Dan Ilmu Laduni". Dikirim oleh al Al Akh Ibn Harun via email.)
Sumber: http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=945
http://camba-chusdy.blogspot.com/2011/03/membongkar-kedok-sufi-ilmu-laduni.html Read More......
Wali-wali atau gus-gus itu beda tingkatan dengan kita, mereka sudah sampai tingkatan ma’rifat yang tidak boleh ditimbang dengan timbangan syari’at lagi”. Benarkah demikian? Inilah topik yang kita kupas pada kajian kali ini.
Hakikat Ilmu Laduni
Kaum sufi telah memproklamirkan keistimewaan ilmu laduni. Ia merupakan ilmu yang paling agung dan puncak dari segala ilmu. Dengan mujahadah, pembersihan dan pensucian hati akan terpancar nur dari hatinya, sehingga tersibaklah seluruh rahasia-rahasia alam ghaib bahkan bisa berkomunikasi langsung dengan Allah, para Rasul dan ruh-ruh yang lainnya, termasuk nabi Khidhir. Tidaklah bisa diraih ilmu ini kecuali setelah mencapai tingkatan ma’rifat melalui latihan-latihan, amalan-amalan, ataupun dzikir-dzikir tertentu.
Ini bukan suatu wacana atau tuduhan semata, tapi terucap dari lisan tokoh-tokoh tenar kaum sufi, seperti Al Junaidi, Abu Yazid Al Busthami, Ibnu Arabi, Al Ghazali, dan masih banyak lagi yang lainnya yang terdapat dalam karya-karya tulis mereka sendiri.
1. Al Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin 1/11-12 berkata: “Ilmu kasyaf adalah tersingkapnya tirai penutup, sehingga kebenaran dalam setiap perkara dapat terlihat jelas seperti menyaksikan langsung dengan mata kepala … inilah ilmu-ilmu yang tidak tertulis dalam kitab-kitab dan tidak dibahas … “. Dia juga berkata: “Awal dari tarekat, dimulai dengan mukasyafah dan musyahadah, sampai dalam keadaan terjaga (sadar) bisa menyaksikan atau berhadapan langsung dengan malaikat-malaikat dan juga ruh-ruh para Nabi dan mendengar langsung suara-suara mereka bahkan mereka dapat langsung mengambil ilmu-ilmu dari mereka”. (Jamharatul Auliya’: 155)
2. Abu Yazid Al Busthami berkata: “Kalian mengambil ilmu dari orang-orang yang mati. Sedang kami mengambil ilmu dari Allah yang Maha Hidup dan tidak akan mati. Orang seperti kami berkata: “Hatiku telah menceritakan kepadaku dari Rabbku”. (Al Mizan: 1/28)
3. Ibnu Arabi berkata: “Ulama syariat mengambil ilmu mereka dari generasi terdahulu sampai hari kimat. Semakin hari ilmu mereka semakin jauh dari nasab. Para wali mengambil ilmu mereka langsung dari Allah yang dihujamkan ke dalam dada-dada mereka.” (Rasa’il Ibnu Arabi hal. 4)
Dedengkot wihdatul wujud ini juga berkata: “Sesungguhnya seseorang tidak akan sempurna kedudukan ilmunya sampai ilmunya berasal dari Allah ‘Azza wa Jalla secara langsung tanpa melalui perantara, baik dari penukilan ataupun dari gurunya. Sekiranya ilmu tadi diambil melalui penukilan atau seorang guru, maka tidaklah kosong dari sistim belajar model tersebut dari penambahan-penambahan. Ini merupakan aib bagi Allah ‘Azza wa Jalla – sampai dia berkata – maka tidak ada ilmu melainkan dari ilmu kasyaf dan ilmu syuhud bukan dari hasil pembahasan, pemikiran, dugaan ataupun taksiran belaka”.
Ilmu Laduni Dan Dampak Negatifnya Terhadap Umat
Kaum sufi dengan ilmu laduninya memiliki peran sangat besar dalam merusak agama Islam yang mulia ini. Dengannya bermunculan akidah-akidah kufur –seperti diatas – dan juga amalan-amalan bid’ah. Selain dari itu, mereka secara langsung ataupun tidak langsung terlibat dalam kasus pembodohan umat. Karena menuntut ilmu syar’i merupakan pantangan besar bagi kaum sufi. Berkata Al Junaidi: “Saya anjurkan kepada kaum sufi supaya tidak membaca dan tidak menulis, karena dengan begitu ia bisa lebih memusatkan hatinya. (Quutul Qulub 3/135)
Abu Sulaiman Ad Daraani berkata: “Jika seseorang menuntut ilmu hadits atau bersafar mencari nafkah atau menikah berarti ia telah condong kepada dunia”. (Al Futuhaat Al Makiyah 1/37)
Berkata Ibnul Jauzi: “Seorang guru sufi ketika melihat muridnya memegang pena. Ia berkata: “Engkau telah merusak kehormatanmu.” (Tablis Iblis hal. 370)
Oleh karena itu Al Imam Asy Syafi’i berkata: “Ajaran tasawuf itu dibangun atas dasar rasa malas.” (Tablis Iblis:309)
Tak sekedar melakukan tindakan pembodahan umat, merekapun telah jatuh dalam pengkebirian umat. Dengan membagi umat manusia menjadi tiga kasta yaitu: syariat, hakekat, dan ma’rifat, seperti Sidarta Budha Gautama membagi manusia menjadi empat kasta. Sehingga seseorang yang masih pada tingkatan syari’at tidak boleh baginya menilai atau mengkritik seseorang yang telah mencapai tingkatan ma’rifat atau hakekat.
Syubhat-Syubhat Kaum Sufi Dan Bantahannya
1. Kata laduni mereka petik dari ayat Allah yang berbunyi:
وَعَلَمَّنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا
“Dan kami telah ajarkan kepadanya (Nabi khidhir) dari sisi Kami suatu ilmu”. (Al Kahfi: 65)
Mereka memahami dari ayat ini adanya ilmu laduni sebagaimana yang Allah anugerahkan ilmu tersebut kepada Nabi Khidhir. Lebih anehnya mereka meyakini pula bahwa Nabi Khidhir hidup sampai sekarang dan membuka majlis-majlis ta’lim bagi orang-orang khusus (ma’rifat).
Telah menjadi ijma’ (kesepakatan) seluruh kaum muslimin, wajibnya beriman kepada nabi-nabi Allah tanpa membedakan satu dengan yang lainnya dan mereka diutus khusus kepada kaumnya masing-masing. Nabi Khidhir diutus untuk kaumnya dan syari’at Nabi Khidhir bukanlah syari’at bagi umat Muhammad. Rasulullah bersabda:
كَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً
“Nabi yang terdahulu diutus khusus kepada kaumnya sendiri dan aku diutus kepada seluruh umat manusia” (Muttafaqun ‘alaihi)
Allah berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ
“Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan peringatan”. (As Saba’: 28)
Adapun keyakinan bahwa Nabi Khidhir masih hidup dan terus memberikan ta’lim kepada orang-orang khusus, maka bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Allah berfirman:
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ
(artinya) “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad). (Al Anbiya’: 34)
Rasulullah bersabda:
مَا مِنْ مَنْفُوْسَةٍ اليَوْمَ تَأْتِيْ عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ وَهِيَ يَوْمَئِذٍ حَيَّةٌ
“Tidak satu jiwapun hari ini yang akan bertahan hidup setelah seratus tahun kedepan”. (H.R At Tirmidzi dan Ahmad)
Adapun keyakinan kaum sufi bahwa seseorang yang sudah mencapai ilmu kasyaf, akan tersingkap baginya rahasia-rahasia alam ghaib. Dengan cahaya hatinya, ia bisa berkomunikasi dengan Allah, para Rasul, malaikat, ataupun wali-wali Allah. Pada tingkatan musyahadah, ia dapat berinteraksi langsung tanpa adanya pembatas apapun.
Cukup dengan pengakuannya mengetahui ilmu ghaib, sudah bisa dikatakan ia sebagai seorang pendusta. Rasul Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah seorang yang paling mulia dari seluruh makhluk Allah, namun Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam tidaklah mengetahui ilmu ghaib kecuali apa yang telah diwahyukan kepadanya.
قُلْ إِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ مَا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّي أَمَدًا ﴿٢٥﴾ عَالِمُ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا
“Dia (Allah) yang mengetahui ilmu ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan seseorangpun tentang yang ghaib kecuali dari para rasul yang diridhai-Nya”. (Al Jin: 25-26)
Apalagi mengaku dapat berkomunikasi dengan Allah atau para arwah yang ghaib baik lewat suara hatinya atau berhubungan langsung tanpa adanya pembatas adalah kedustaan yang paling dusta. Akal sehat dan fitrah suci pasti menolaknya sambil berkata: “Tidaklah muncul omongan seperti itu kecuali dari orang stres saja”. Kalau ada yang bertanya, lalu suara dari mana itu? Dan siapa yang diajak bicara? Kita jawab, maha benar Allah dari segala firman-Nya:
هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ ﴿٢٢١﴾ تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ ﴿٢٢٢﴾ يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ ﴿٢٢۳﴾
“Apakah akan Aku beritakan, kepada siapa syaithan-syaithan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaithan) itu, dan kebanyakan mereka orang-orang pendusta”. (Asy Syu’ara: 221-223)
2. Sebagian kaum sufi berkilah dengan pernyataannya bahwa ilmu laduni (Al Kasyaf) merupakan ilham dari Allah (yang diistilahkan wangsit). Dengan dalih hadits Nabi Muhammad:
إِنَّهُ قَدْ كَانَ قَبْلَكُمْ فِيْ الأَمَمِ مُحَدَّثُوْنَ فَإِنْ يَكَنْ فِيْ أُمَّتِي أَحَدٌ فَعُمَر
“Dahulu ada beberapa orang dari umat-umat sebelum kamu yang diberi ilham. Kalaulah ada satu orang dari umatku yang diberi ilham pastilah orang itu Umar.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Hadits ini sama sekali tidak bisa dijadikan hujjah bagi mereka. Makna dhohir hadits ini, menunjukkan keberadaan ilham itu dibatasi dengan huruf syarat (kalaulah ada). Maksudnya, kalaupun ada pada umat ini, pastilah orang yang mendapatkan ilham adalah Umar Ibnul Khathab. Sehingga beliau digelari al mulham (orang yang mendapatkan ilham). Dan bukan menunjukkan dianjurkannya cari wangsit, seperti petuah tokoh-tokoh tua kaum sufi. Bagaimana mereka bisa memastikan bisikan-bisikan dalam hati itu adalah ilham? Sementara mereka menjauhkan dari majlis-majlis ilmu yang dengan ilmu syar’i inilah sebagai pemisah antara kebenaran dengan kebatilan.
Mereka berkilah lagi: “Ini bukan bisikan-bisikan syaithan, tapi ilmu laduni ini merubah firasat seorang mukmin, bukankah firasat seorang mukmin itu benar? Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Hati-hati terhadap firasat seorang mukmin. Karena dengannya ia melihat cahaya Allah”. (H.R At Tirmidzi)
Hadits ini dho’if (lemah), sehingga tidak boleh diamalkan. Karena ada seorang perawi yang bernama Athiyah Al Aufi. Selain dia seorang perawi yang dho’if, diapun suka melakukan tadlis (penyamaran hadits).
Singkatnya, ilham tidaklah bisa mengganti ilmu naqli (Al Qur’an dan As Sunnah), lebih lagi sekedar firasat. Ditambah dengan adanya keyakinan-keyakinan batil yang ada pada mereka seperti mengaku mengetahui alam ghaib, merupakan bukti kedustaan diatas kedustaan. Berarti, yang ada pada kaum sufi dengan ilmu laduninya, bukanlah suatu ilham melainkan bisikan-bisikan syaithan atau firasat rusak yang bersumber dari hawa nafsu semata. Disana masih banyak syubhat-syubhat mereka, tapi laksana sarang laba-laba, dengan fitrah sucipun bisa meruntuhkan dan membantahnya.
Hadits-Hadits Dho’if Dan Palsu Yang Tersebar Di Kalangan Umat
Hadits Ali bin Abi Thalib:
عِلْمُ الْبَاطِنِ سِرٌّ مِنْ أَسْرَارِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَحُكْمٌ مِنْ أَحْكَامِ اللهِ ، يَقْذِفُهُ فِيْ قُلُوْبِ مَنْ يَشَاءَ مِنْ عِبَادِهِ
“Ilmu batin merupakan salah satu rahasia Allah ‘Azza wa Jalla, dan salah satu dari hukum-hukum-Nya yang Allah masukkan kedalam hati hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya”.
Keterangan:
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi di dalam kitab Al Wahiyaat 1/74, beliau berkata: “Hadits ini tidak shahih dan secara mayoritas para perawinya tidak dikenal”. Al Imam Adz Dzahabi berkata: “Ini adalah hadits batil”. Asy Syaikh Al Albani menegaskan bahwa hadits ini palsu. (Lihat Silsilah Adh Dha’ifah no 1227)
(Dikutip dari Buletin Islam Al Ilmu Edisi 31/II/I/1425, diterbitkan Yayasan As Salafy Jember. Judul asli "Tasawuf Dan Ilmu Laduni". Dikirim oleh al Al Akh Ibn Harun via email.)
Sumber: http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=945
http://camba-chusdy.blogspot.com/2011/03/membongkar-kedok-sufi-ilmu-laduni.html Read More......
Jumat, 11 Maret 2011
Tsunami Jepang, Korban Melebihi Seribu Orang
Diposting oleh
Rusdi Razak Ali
MIYAGI – JEPANG (Pos Kota) – Setidaknya 573 dikonfirmasikan tewas setelah salah satu gempa bumi terkuat yang pernah tercatat melanda Jepang, memicu tsunami setinggi 10 meter yang menghancurkan bangunan sepanjang garis pantai bagian timur laut negara itu
Selain itu, gempa dan tsunami juga memicu keadaan darurat di dua pembangkit listrik tenaga nuklir negeri matahari terbit ini.
Media-media lokal melaporkan, Sabtu, jumlah korban tewas diperkirakan akan melebihi 1.000 orang, yang sebagian besar tampaknya telah tenggelam oleh pusaran air .
“Kerusakan itu begitu besar bahwa itu akan membawa kita banyak waktu untuk mengumpulkan data,” kata seorang pejabat di lembaga kepolisian nasional.
Dinding yang menjulang tinggi dihantam air laut dari gempa berkekuatan 8,9, di timur laut kota Sendai, di mana polisi pada hari Jumat melaporkan setidaknya ada 200-300 mayat di sepanjang pantai.
Gelombang air hitam menggelontor truk-truk kontainer, mobil dan menabrak puing-puing melalui jalan-jalan di Sendai dan di lahan pertanian terbuka, sedangkan gelombang pasang lumpur dipenuhi puing-menghancurkan segala benda yang dilewatinya.
Kesennuma, sebuah kota di Jepang timur laut dengan populasi 74.000, dilaporkan menjadi korban kebakaran yang luasnya sepertiga kota, demikian Kantor Berita Jiji .
WASPADAI RADIASI
Kepada Al Jazeera, kantor matereologi Jepang menyatakan, pemerintah bergegas mencegah kecelakaan nuklir di dua pabrik atom dimana sistem pendingin reaktor gagal diaktifkan, dan karenanya puluhan ribu warganya dievakuasi .
Radiasi 1.000 kali di atas normal terdeteksi di ruang kontrol berisi tanaman, meskipun pihak berwenang mengatakan tingkat di luar gerbang fasilitas itu hanya delapan kali di atas normal, dengan ejaan peringatan “Tidak Berbahaya bagi Kesehatan “.
Dua PLTN terkena adalah Fukushima No 1 dan No 2 , keduanya terletak sekitar 250 Km arah timur laut kota dari ibukota Tokyo.
Sebanyak 45.000 orang yang tinggal dalam radius 10 Km dari reaktor PLTN diperintahkan untuk mengungsi.
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan awal Sabtu (12/3) tadi pagi ini naik helikopter untuk meinjau Fukushima meninjau pabrik yang dioperasikan oleh Tokyo Electric Power, dan di daerah lain di zona bencana.
Ketika gempa besar melanda Jumat, mesin pendingin di PLTN anjok. Ketika menutup reaktor, sistem pendingin harus menurunkan suhu yang sangat tinggi. Sistem ini didukung baik oleh jaringan listrik eksternal, generator cadangan atau baterai.
Ini adalah kunci untuk mencegah “krisis nuklir” dan melepaskan radioaktif. Jaringan PLTN Jepang yang maju dirancang untuk menutup segera setelah bumi bergetar di salah satu negara di dunia yang paling rawan gempa, meskipun kebakaran terjadi di gedung lain, yakni turbin pembangkit nuklir di Onagawa.
DUNIA MEMBANTU
Lebih dari delapan juta rumah hancur, sistem telepon seluler dan darat mogok bagi dan kini lebih dari 300.000 rumah tak mendapat pasokan gas, yang berarti banyak orang tidak bisa menghangatkan rumah mereka pada malam gelap dingin dan menakutkan.
Militer Jepang teah memobilisasi ribuan tentara, 300 pesawat dan 40 kapal untuk memberikan bantuan kepada para korban.
Sebuah armada 20 kapal angkatan laut dan kendaraan air lainnya menuju daerah pantai hancur Pasifik pulau Honshu, sementara jet angkatan udara terbang untuk misi pemantauan .
Sebanyak 50 negara di seantero dunia menawarkan bantuan kepada Jepang. Australia berjanji untukmemberikan “apa saja” untuk membantu Jepang.
China mengatakan tim penyelamat siap untuk membantu dengan bantuan gempa, sementara Presiden Barack Obama menyatakan, AS memberikan segala bantuan darurat yang dibutuhkan, atas bencana yang digambarkannya sebagai “menyedihkan.”
Amerika Serikat, yang memiliki hampir 40.000 personil militer di Jepang, telah memerintahkan armada termasuk dua kapal induk dan kapal dukungan kepada daerah untuk memberikan bantuan korban tsunami.
Gelombang menjulang bermula dari pringatan di Pasifik, yang memicu evakuasi di Hawaii dan Pantai Barat Amerika Serikat, dan menghancurkan setidaknya satu pelabuhan di California.
Di Negeri Chile mengatakan pemerintahnya sempat mengevakuasi wilayah pesisir dan perusahaan minyak negara Ekuador mengumumkan telah menghentikan ekspor minyak mentah karena risiko yang ditimbulkan oleh tsunami.
Lebih dari 300 rumah hancur di kota terpencil Ofunato dan bendungan pecah di timur laut prefektur Fukushima, dengan rumah-rumah hanyut.
Di Tokyo, karyawan kantor yang terdampar di kota setelah gempa memaksa sistem kereta bawah tanah untuk tutup lebih awal dan tidur bersama tunawisma di salah satu stasiun.
Para pria kantoran dengan setelan kerjanya berbaring di atas koran, menggunakan tas mereka sebagai bantal. Kyodo mengatakan sedikitnya 116.000 orang di Tokyo tidak mampu untuk pulang pada hari Jumat karena gangguan transportasi.
Ada gangguan besar ke udara dan jasa perjalanan kereta peluru Jepang (Shinkansen). Sebuah kereta penumpang dengan jumlah yang tidak diketahui sampai saat ini belum ditemukan di saluran luar Sendai, kantor berita Kyodo News melaporkan.
Gempa, yang menghantam pada 05:46 GMT dan berlangsung sekitar dua menit, mengguncang bangunan di Tokyo dan daerah perkotaan sekitarnya dan disebut sebagai bencana terbesar di dunia bagi wilayah yang dihuni sekitar 30 juta orang. Gempa itu dirasakan di Beijing, yang berjarak 2.500 km jauhnya.
Gempa pertama terjadi hanya kurang dari 400 km timur laut Tokyo, kata Survei Geologi Amerika Serikat. Hal ini diikuti oleh lebih dari 70 gempa susulan kuat, salahsatunya sekuat 7.1 SR.
Jepang berada di cincin api Pasifik atau Pacific Ring of Fire dan Tokyo adalah di salah satu daerah yang paling berbahaya, dimana tiga lempeng kontinental perlahan menggesek satu sama lain, menimbulkan tekanan gempa besar.
Pemerintah telah memperingatkan dari 70 persen kemungkinan bahwa gempa berkekuatan 8 SR akan menyerang dalam 30 tahun berikutnya di dataran Kanto, rumah yang luas di kawasan urban Tokyo. (AJE/dms)
Sumber: http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/03/12/tsunami-jepang-korban-melebihi-seribu-orang Read More......
Selain itu, gempa dan tsunami juga memicu keadaan darurat di dua pembangkit listrik tenaga nuklir negeri matahari terbit ini.
Media-media lokal melaporkan, Sabtu, jumlah korban tewas diperkirakan akan melebihi 1.000 orang, yang sebagian besar tampaknya telah tenggelam oleh pusaran air .
“Kerusakan itu begitu besar bahwa itu akan membawa kita banyak waktu untuk mengumpulkan data,” kata seorang pejabat di lembaga kepolisian nasional.
Dinding yang menjulang tinggi dihantam air laut dari gempa berkekuatan 8,9, di timur laut kota Sendai, di mana polisi pada hari Jumat melaporkan setidaknya ada 200-300 mayat di sepanjang pantai.
Gelombang air hitam menggelontor truk-truk kontainer, mobil dan menabrak puing-puing melalui jalan-jalan di Sendai dan di lahan pertanian terbuka, sedangkan gelombang pasang lumpur dipenuhi puing-menghancurkan segala benda yang dilewatinya.
Kesennuma, sebuah kota di Jepang timur laut dengan populasi 74.000, dilaporkan menjadi korban kebakaran yang luasnya sepertiga kota, demikian Kantor Berita Jiji .
WASPADAI RADIASI
Kepada Al Jazeera, kantor matereologi Jepang menyatakan, pemerintah bergegas mencegah kecelakaan nuklir di dua pabrik atom dimana sistem pendingin reaktor gagal diaktifkan, dan karenanya puluhan ribu warganya dievakuasi .
Radiasi 1.000 kali di atas normal terdeteksi di ruang kontrol berisi tanaman, meskipun pihak berwenang mengatakan tingkat di luar gerbang fasilitas itu hanya delapan kali di atas normal, dengan ejaan peringatan “Tidak Berbahaya bagi Kesehatan “.
Dua PLTN terkena adalah Fukushima No 1 dan No 2 , keduanya terletak sekitar 250 Km arah timur laut kota dari ibukota Tokyo.
Sebanyak 45.000 orang yang tinggal dalam radius 10 Km dari reaktor PLTN diperintahkan untuk mengungsi.
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan awal Sabtu (12/3) tadi pagi ini naik helikopter untuk meinjau Fukushima meninjau pabrik yang dioperasikan oleh Tokyo Electric Power, dan di daerah lain di zona bencana.
Ketika gempa besar melanda Jumat, mesin pendingin di PLTN anjok. Ketika menutup reaktor, sistem pendingin harus menurunkan suhu yang sangat tinggi. Sistem ini didukung baik oleh jaringan listrik eksternal, generator cadangan atau baterai.
Ini adalah kunci untuk mencegah “krisis nuklir” dan melepaskan radioaktif. Jaringan PLTN Jepang yang maju dirancang untuk menutup segera setelah bumi bergetar di salah satu negara di dunia yang paling rawan gempa, meskipun kebakaran terjadi di gedung lain, yakni turbin pembangkit nuklir di Onagawa.
DUNIA MEMBANTU
Lebih dari delapan juta rumah hancur, sistem telepon seluler dan darat mogok bagi dan kini lebih dari 300.000 rumah tak mendapat pasokan gas, yang berarti banyak orang tidak bisa menghangatkan rumah mereka pada malam gelap dingin dan menakutkan.
Militer Jepang teah memobilisasi ribuan tentara, 300 pesawat dan 40 kapal untuk memberikan bantuan kepada para korban.
Sebuah armada 20 kapal angkatan laut dan kendaraan air lainnya menuju daerah pantai hancur Pasifik pulau Honshu, sementara jet angkatan udara terbang untuk misi pemantauan .
Sebanyak 50 negara di seantero dunia menawarkan bantuan kepada Jepang. Australia berjanji untukmemberikan “apa saja” untuk membantu Jepang.
China mengatakan tim penyelamat siap untuk membantu dengan bantuan gempa, sementara Presiden Barack Obama menyatakan, AS memberikan segala bantuan darurat yang dibutuhkan, atas bencana yang digambarkannya sebagai “menyedihkan.”
Amerika Serikat, yang memiliki hampir 40.000 personil militer di Jepang, telah memerintahkan armada termasuk dua kapal induk dan kapal dukungan kepada daerah untuk memberikan bantuan korban tsunami.
Gelombang menjulang bermula dari pringatan di Pasifik, yang memicu evakuasi di Hawaii dan Pantai Barat Amerika Serikat, dan menghancurkan setidaknya satu pelabuhan di California.
Di Negeri Chile mengatakan pemerintahnya sempat mengevakuasi wilayah pesisir dan perusahaan minyak negara Ekuador mengumumkan telah menghentikan ekspor minyak mentah karena risiko yang ditimbulkan oleh tsunami.
Lebih dari 300 rumah hancur di kota terpencil Ofunato dan bendungan pecah di timur laut prefektur Fukushima, dengan rumah-rumah hanyut.
Di Tokyo, karyawan kantor yang terdampar di kota setelah gempa memaksa sistem kereta bawah tanah untuk tutup lebih awal dan tidur bersama tunawisma di salah satu stasiun.
Para pria kantoran dengan setelan kerjanya berbaring di atas koran, menggunakan tas mereka sebagai bantal. Kyodo mengatakan sedikitnya 116.000 orang di Tokyo tidak mampu untuk pulang pada hari Jumat karena gangguan transportasi.
Ada gangguan besar ke udara dan jasa perjalanan kereta peluru Jepang (Shinkansen). Sebuah kereta penumpang dengan jumlah yang tidak diketahui sampai saat ini belum ditemukan di saluran luar Sendai, kantor berita Kyodo News melaporkan.
Gempa, yang menghantam pada 05:46 GMT dan berlangsung sekitar dua menit, mengguncang bangunan di Tokyo dan daerah perkotaan sekitarnya dan disebut sebagai bencana terbesar di dunia bagi wilayah yang dihuni sekitar 30 juta orang. Gempa itu dirasakan di Beijing, yang berjarak 2.500 km jauhnya.
Gempa pertama terjadi hanya kurang dari 400 km timur laut Tokyo, kata Survei Geologi Amerika Serikat. Hal ini diikuti oleh lebih dari 70 gempa susulan kuat, salahsatunya sekuat 7.1 SR.
Jepang berada di cincin api Pasifik atau Pacific Ring of Fire dan Tokyo adalah di salah satu daerah yang paling berbahaya, dimana tiga lempeng kontinental perlahan menggesek satu sama lain, menimbulkan tekanan gempa besar.
Pemerintah telah memperingatkan dari 70 persen kemungkinan bahwa gempa berkekuatan 8 SR akan menyerang dalam 30 tahun berikutnya di dataran Kanto, rumah yang luas di kawasan urban Tokyo. (AJE/dms)
Sumber: http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/03/12/tsunami-jepang-korban-melebihi-seribu-orang Read More......
Rabu, 02 Maret 2011
"Bersyukur"
Diposting oleh
Rusdi Razak Ali
Terkadang saat sesuatu hilang baru kita sadar bahwa sesuatu yang hilang itu sangat berharga, begitupun dikala kita sakit baru tersadar bahwa kesehatan sangatlah berharga..!
Jadi kesimpulangnya kita harus selalu memanfaatkan, mensyukuri, dan menghargai apa yang kita miliki disaat ini sebelum terlepas dari genggaman kita..! Read More......
SAYAP
Diposting oleh
Rusdi Razak Ali
Akankah kepakan sayap ini dapat mengantarkan aku kehadapanNYA..?
Ataukah mampu menerbangkan saya tuk memetik bintang diatas sana..?
Atau paling tidak mampu menemani hari_hariku yang kelam ini..?
Aku berharap agar aku benar_benar tidak terlelap akan harapan semu tentang sayap rapuh ini.
Read More......
Senandung Hati
Diposting oleh
Rusdi Razak Ali
Bersenandung dalam hati tampa nada
Dimana irama telah terpasung dalam kegelapan malam
Namun angan masih menari_nari ditemani gemerincik hujan
Yang tak sadar bahwa malam telah larut
Jalanan setapak telah sepi
Dan binatang malam telah bersiap kembali keperistirahatannya Read More......
Langganan:
Postingan (Atom)














