Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2011

Kelemahan


Aku rasa aku memiliki kelemahan yang sangat mencolok. Kelemahan yang terkadang akan memberikan orang lain mengambil kesempatan aku. Aku bukan pangeran yang selalu perempuan impikan tetapi aku memang nice!. Hahaa.. Kelemahan yang aku rasa bukan lagi suatu kebaikan karena aku susah untuk mementingkan diri dan selalu sangat menjaga hati dan perasaan orang lain.




Jika menyangkut kematian atau nyawa seseorang itu sangatlah penting untuk ditolong, kategori ini aku rasa memang tak guna lah jadi manusia jika kita tidak menolong semampu kita. Benda yang paling susah untuk aku jaga bukan lah harta/uang, melainkan sesuatu yang paling susah aku jaga adalah perasaan orang.




Tapi dalam menjaga hati orang lain kita takut kita melukai hati sendiri, terlebih lagi kita melukai hati orang lain. Aku sedih jika aku tidak bisa membahagia kan hati orang lain dan paling sedih lagi jika aku tak dapat gembira kan hati sendiri akibat terlalu sering memikirkan kegembiraan orang lain. Do you think it's a good attitude or bad. Aku rasa it's a bad one sebab aku telah letih dengan keadaan tersebut. Orang mintak tolong' aku bantu, orang berkata ini' aku iyakan, orang perlu itu' aku penuhi tapi jauh dari sudut hati aku marasa penat. Dan mulut aku senang je keluar jawaban "ok bisa je".
"dalam hal ini aku ikhlas tidak yah? heheheheee"




Aku takut' kalau kalau suatu hari nanti teman baik aku berminat pada isteri aku. Apakah waktu itu, aku masih tak pandai untuk menolak. Atau lagi sedih, istri aku minat pada teman baik aku, dan meminta dia dilepaskan sebab ingin bersama lelaki itu. Apakah aku terlalu lugas membiarkan dia pergi hanya karena perasaan dia lebih penting dari perasaan aku?
"Ohh... Tidak... Jangan sampai itu terjadi!"

Rusdi Rasak Alli
Read More......

Rabu, 02 Maret 2011

"Bersyukur"


Terkadang saat sesuatu hilang baru kita sadar bahwa sesuatu yang hilang itu sangat berharga, begitupun dikala kita sakit baru tersadar bahwa kesehatan sangatlah berharga..!
Jadi kesimpulangnya kita harus selalu memanfaatkan, mensyukuri, dan menghargai apa yang kita miliki disaat ini sebelum terlepas dari genggaman kita..! Read More......

SAYAP


Akankah kepakan sayap ini dapat mengantarkan aku kehadapanNYA..?
Ataukah mampu menerbangkan saya tuk memetik bintang diatas sana..?
Atau paling tidak mampu menemani hari_hariku yang kelam ini..?
Aku berharap agar aku benar_benar tidak terlelap akan harapan semu tentang sayap rapuh ini.


Read More......

Senandung Hati















Bersenandung dalam hati tampa nada
Dimana irama telah terpasung dalam kegelapan malam
Namun angan masih menari_nari ditemani gemerincik hujan
Yang tak sadar bahwa malam telah larut
Jalanan setapak telah sepi
Dan binatang malam telah bersiap kembali keperistirahatannya Read More......

Minggu, 13 Februari 2011

Camba

Camba adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dan Kabupaten Maros adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Maros. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.619,12 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 250.000 jiwa serta kepadatan penduduknya 154 jiwa/km² dibawah pemerintahan Ir. H. Hatta Rahman, M.M saat ini. Dimana di Kabupaten Maros terdapat 14 kecamatan dan kecamatan Camba termaksud didalamnya.


Ke14 kecamatan yang ada di Kabupaten Maros itu antara lain adalah
Bantimurung, Bontoa, Camba, Cenrana, Lau , Mallawa, Mandai, Maros Baru, Marusu, Moncongloe, Simbang, Tanralili, Tompobulu, Turikale.
Foto_foto Kabupaten Maros tempo dulu:

Maros ditahun 1929





Maros pada zaman Hindia Belanda



Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Camba,_Maros
http://id.wikipedia.org/wiki/Kecamatan
http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Maros
http://camba-chusdy.blogspot.com/2011/01/camba.html Read More......

Aku Bangga Menjadi Orang Camba




Aku lahir' tumbuh' dan berkembang di Camba, dalam ruang lingkup pergaulan, masyarakat, dan keluarga yang sederhana. Dimana Camba adalah suatu kecamatan yg terletak di pelosok pedalaman kabupaten Maros. Dimana Camba suatu kota kecil namun banyak melahirkan orang-orang besar (Aku Bangga Menjadi Orang Camba), namun sayang sebahagian orang- orang yang telah sukses itu seakan telah lupa dengan kota asalnya. Tidak sedikit dari mereka telah hijrah kekota-kota besar, membangun menuangkan ilmunya serta mengabdikan dirinya dikota lain seakan mereka lupa dengan kotanya sendiri. Jadi aku berkeinginan dan menghimbau kepada segenap masyarakat Camba yang merasa didalam dirinya masih mengalir darah Camba agar tak lupa akan kampung halamannya dikala engkau telah sukses dan menjadi orang besar dikemudian hari..! Read More......

Jangan Menangis Ibu

Andai kaki ini bisa berbicara maka kakiku ini kan bersimpuh dihadapanNYA sambil memanjatkan do'a hanya untukmu ibu. Tanganku ini akan memegang erat pergelangan kakimu dan biarkanlah mukaku ini melekat dikulit kakimu. Menghirup aroma surga dari orang_orang terpilihNYA dan berdo'a agar engkaupun kelak kan masuk didalamnya.

Serta tatkala disaat engkau menangis maka seluruh raga inipun bergetar tak sanggup melihat redupnya wajahmu Ibu. Seluruh darah dalam ragakupun beriak dan jantungpun berdenyut kencang bila mendengar rintihanmu. Sungguh kutak sudih jikalau engkau berlinang air mata Ibu. Kuharap janganlah engkau menangis Ibu..!

Ketenangan terpancar diraut wajahmu' raut wajah yang penuh kasih sayang dan penuh keihklasan. Tanpa pamri engkau merawat dan membesarkanku' terlebih lagi engkau menyayangiku yang tak mampu diukur dan dibalas serta dinilai dengan apapun. Sering kali aku berpikir kapan aku mampu membahagiakan dan membalas semua kasih sayangmu meski aku yakin takmampu melebihi kasih sayang dan pengorbanan yang engkau berikan kepadaku Ibu. Maka dari itu maka janganlah engkau bersedih dan menangis terlebih lagi apa bila air mata itu mengalir dipipimu dan jatuh membasahi bumi' jangan sampai terjadi Ibu.

Jiwa ini terasa tersayat jika mendengar isak tangismu terlebih lagi melihat wajah murungmu. Andai kata air mata itu halal tuk dijadikan air wudhu maka kan kubasu mukaku dan kujadikan air wudhu tuk sholat tahajud yang penuh dengan keheningan dan memanjatkan doa agar engkau dimuliakan olehNYA serta diterima disisinya kelak. Amin..!

Sumber: http://camba-chusdy.blogspot.com/2011/01/blog-post.html Read More......

Sabtu, 12 Februari 2011

Hindari Banyak Pikiran

Uuuh, pusing banget sih kalau kita punya banyak banget masalah. Entah itu masalah pekerjaan, sekolah, keuangan, atau masalah pribadi. Semuanya berasa numpuk banget dalam otak. Masalah itu kalau dibiarin berlarut-larut akan benar-benar menumpuk di otak dan akan menyebabkan kasus --> kepikiran.


Tau ga sih? Kepikiran itu jangan disepelein. You have to know that itu akan membawa segumpal bahaya. Bahayanya ga cuma untuk bathin, tapi juga fisik!


1. Bahaya untuk Bathin

Kasus kepikiran ini bisa mempengaruhi bathin atau jiwa seseorang. Semua masalah yang kita alami kadang membuat kita malah terlalu memikirkannya, bukannya cepat-cepat diselesaikan. Nah, itu akan membuat kita stress. Ketika kita stres, kita akan terus memikirkannya dari pagi, siang, malam dan seterusnya seakan-akan hidup kita penuh dengan masalah tersebut. Stress yang berlarut-larut bisa membuat kita hilang ingatan atau biasa disebut ’gila’. Bahaya banget kan?


2. Bahaya untuk fisik

Ketika kita banyak pikiran, kadang kita sampe lupa makan, minum, pokoknya bikiran jadi nge-blank deh. Nah, ini bisa menyebabkan kamu ngedrop alias sakit. Sakit di sini ga sekedar pusing, mual (biasanya kalau pusing kan suka mual tuh), tapi bisa menyebabkan sakit kronis. Hmm... contohnya : jantung, liver, dsb.


Trus, gimana caranya biar kita ga kepikiran? Let’s do this!


:: jangan terlalu pikirin semua masalah yang ada. Santai, tapi tetep fokus

:: ga bisa nyelesaiin masalah sendirian? Minta bantuan orang yang kamu percaya

:: refreshing ke tempat yang kamu suka untuk sejenak melepas kepenatan


Buat kamu yang suka anggap satu masalah kecil menjadi masalah besar, let’s try to stop to make it difficult. So, bawa segala sesuatunya dengan santai, tapi tetep fokus untuk menyelesaikannya. Oke!

Sumber: http://curhatanryzta.blogspot.com/2010/05/hindari-banyak-pikiran_25.html Read More......

Senin, 31 Januari 2011

DI TIKUNGAN DAHA SENJA TENGGELAM

Belokan itu ia namai Tikungan Daha. Letaknya di jalan logging yang mendaki ke arah bukit. Kiri kanannya lereng yang terjal. Ia namai demikian karena sejak pertama kali melintasi jalan itu, mata Rudi telah tertambat pada sosok tinggi besar yang berdiri kokoh di dekat jalan, agak terpisah dari lainnya. Pohon Daha. Sejak itu ia selalu menyebut Tikungan Daha sebagai penanda lokasi plot-plot sampel untuk penelitiannya. Setelah melalui tikungan dan sampai di punggung bukit, panorama yang terlihat di belakang pandang adalah hamparan lembah hijau Bukit Susu – bukit kembar berselimut hutan hujan tropis Kalimantan. Kabut sutera masih tipis menyaput ketebalan dedaunan, menerpakan sejuk angin pagi dari kejauhan.
Bukit yang ditumbuhi hutan lebat di ujung jalan tanah ini adalah bagian dari areal konsesi perusahaan pemegang ijin hak pengusahaan hutan (HPH) yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun, sehingga tinggal hutan-hutan di pegunungan yang jauh dari logpond di sungai besar yang tersisa untuk ditebang. Ada kebiasaan dalam melakukan penebangan hutan selalu dimulai dari tempat-tempat yang berdekatan dengan sungai dan bergerak arah hulu dan pedalaman yang berbukit-bukit. Peruntukan lahan pada kawasan seperti ini termasuk kategori Hutan Produksi Terbatas yang hampir tidak berbeda kondisi biofisiknya dengan Hutan Lindung. Perusahaan HPH ini bekerja membalak kayu yang berasal dari pohon-pohon besar jenis meranti yang akan disulap menjadi lembaran-lembaran kayu lapis di pabrik-pabrik dan akhirnya menjelma menjadi lembaran-lembaran rupiah di Pulau Seberang.
Kegiatan Rudi untuk hari ini telah selesai, membuat rintis terakhir di lapangan pada plot ke sembilan. Plot yang paling sulit karena letaknya pada kelerengan yang curam sebagai pembanding untuk tingkat kesulitan yang tinggi pada kegiatan pemanenan kayu yang dilaksanakan oleh penebang dan traktor sarad. Dua minggu ini seluruh rangkaian pembuatan plot telah ia selesaikan dengan bantuan tenaga cruiser dan juru ukur perusahaan, mulai dari pemetaan pohon-pohon yang akan ditebang, mempelajari peta kelerengan sampai dengan pembuatan rintis batas plot penelitian.

Senja telah merayapi bukit. Kulit Daha yang keras, putih kecoklatan, semakin tegar nampaknya ketika digores cahaya kuning berkilauan, memantul menerobos pupil mata Rudi yang sejak tadi duduk hampir tak bergerak di semak-semak resam di pinggir jalan. Hi-line pick-up yang digunakan untuk mengangkut para penebang belum juga datang menjemput, padahal kelelahan Rudi yang telah bekerja seharian mulai beranjak menjadi kantuk.
“Melamun ya, Mas? Hati-hati lo, nanti kesambet! Suasana temaram begini banyak makhluk yang lewat!” Teriakan salah seorang yang membantu Rudi itu cukup menyadarkannya dari suasana hati yang mulai rawan.
Dengan sekali toleh dan sedikit senyum, Rudi segera beranjak ke kerumunan orang di atas tebing jalan yang baru dikupas. Tubuh-tubuh mereka perlahan kemudian tidak bisa lagi dibedakan atau dikenali, sebab cahaya matahari kali ini benar-benar telah padam.
***
Malam ini cuaca di lembah Saenda sangat dingin, menandai musim sedang kemarau. Para pekerja perusahaan telah lelap di barak-barak mereka: deretan barak kayu beratap seng yang dibangun di atas log atau kayu bulat besar. Barak-barak itu berdiri di atas hamparan tanah yang tidak terlalu luas, yang sebelumnya berupa hutan lebat yang dikupas dan digusur dengan traktor, sehingga menjadi semacam perkampungan kecil, sebuah camp sementara untuk mendukung aktivitas penebangan hutan. Orang-orang perusahaan biasa menyebut camp seperti ini dengan istilah camp tarik, karena barak-barak tersebut memang dapat ditarik dengan traktor untuk sewaktu-waktu dipindahkan ke tempat lain.
Diantara deretan barak kayu yang telah senyap, terlihat sebuah barak yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan, meskipun malam telah mulai larut. Bentuknya sama saja dengan lainnya, namun sebagaimana layaknya sebuah warung, pada bagian muka terdapat dua pintu dengan jendela lebar, sehingga tampak meja utama tempat makanan dan minuman serta aneka jajanan disajikan. Ada pula meja-meja dari papan yang ditempel pada sekeliling dinding bagian dalamnya dengan kursi kayu panjang tempat biasanya para pekerja duduk untuk mengisi perut maupun sekedar bersantai menikmati kepulan asap rokok dan hangatnya kopi. Memang barak yang satu ini adalah sebuah warung. Warung yang menghidupi seluruh penghuni camp tarik, menjadi semacam oase yang mengembalikan seluruh semangat dan kekuatan untuk terus berkerja di belantara hutan yang jauh.
Beberapa orang masih asyik ngobrol. Diantara kerumunan orang itu, Rudi tampak bersandar di dinding kayu sambil matanya mengarah pada layar kaca parabola, namun telinganya tidak lepas dari perbincangan para pekerja: ada berita seorang operator tebangan tewas di lokasi karena tertimpa patahan cabang tepat di kepalanya yang tidak dilindungi helm pengaman, ada kecelakaan kerja dialami pembantu operator traktor sarad yang terkena sabetan pengait baja di wajahnya, ada keluhan minimnya upah operator chainsaw dibanding operator logging truck, padahal resiko kerjanya tidak kalah besar, ada isu kecemburuan jatah lokasi penebang antara warga asli dan pendatang, ada komentar-komentar, lalu beralih cerita-cerita lucu yang menghangatkan. Beberapa saat kemudian pelupuk matanya perlahan mengatup tak bisa ditahan.
***
Aneka gambar berseliweran seperti cuplikan ekstra film di bioskop di benak Rudi. Manusia liliput sedang menebang pohong yang tingginya hampir mencapai awan. Tapi suara gergaji rantai kecilnya meraung-raung memekakkan gendang telinga raja orangutan yang bertengger di atas dahan. Ketika batang telah hampir selesai ditebang, pohon tak juga bergoyang, bahkan kemudian terdengar geraman sang raja yang perkasa mematahkan cabang besar dan melemparkan ke arah liliput yang lengah. Cras..Bum..Brrraakhh!!! Tanpa jeritan tubuh liliput tertindih cabang yang lalu menancap di dasar jurang. Tubuh Rudi berpeluh...
Pohon meranti putih sangat besar baru saja tumbang. Suara gedebamnya membuat merinding seluruh makhluk di hutan! Lalu bayangan traktor seperti gerombolan gajah mencoba menariknya dari kedalaman jurang. Suara meraung berat. Tak ada yang bergerak. Berulang ulang. Tas... Prakk!!! Pengait baja melayang secepat kilat. Menyambar wajah-wajah yang berpeluh pekat! Alis mata Rudi mengkerut...
Sesosok berwajah Rudi tampil di podium seminar. Mulutnya tak henti nyerocos tentang belantara yang porak poranda, batang-batang bersilang sengkarut, mencongkel mata air, mendongkrak tunggak-tunggak. Tak ada yang berdiri tegak. Para dosen penguji dan mahasiswa terpana pada mulut Rudi yang berbusa-busa, pada wajah Rudi yang tiba-tiba sepucat kulit Daha. ...Daha! Pasti pohon itu masih berdiri di sana. Pasti, sebab pohon banggeris tempat sarang lebah hutan itu tidak boleh ditebang. Tandanya jelas label kuning, dilindungi! Tapi..., jangan-jangan.... Rudi hendak beranjak bangkit, tapi sekujur tubuhnya kaku, lidahnya kelu...
***
Seperti biasa kesibukan pagi di camp tarik dibuka dengan celoteh siamang di rindang hutan. Bahkan fajar masih kelihatan di ufuk Timur, ketika para pekerja perusahaan telah berlalu lalang menuju sungai kecil di belakang barisan barak kayu. Perlahan matahari merangkak naik, namun sinarnya masih terhalang pepohonan. Cahaya keemasannya hanya tampak menggores tajuk meranti ramping yang tinggi, satu-satunya pohon yang dibiarkan berdiri di tepi jalan mainroad yang membelah areal camp. Rudi telah berkemas-kemas membawa peralatan dan bekal makan siang yang dibungkuskan oleh Bibi Warung. Dinginnya air sungai waktu mandi pagi tadi masih terasa menyegarkan, badan dan pikirannya. Hari ini adalah hari terakhir ia berada di lokasi tebangan, sebab sesuai jadwal ia besok harus berada di base camp untuk persiapan presentasi hasil penelitiannya. Untunglah data-data yang diperlukan telah cukup diperoleh dan sebagian besar telah diolah dan dianalisis.
Rombongan tujuh orang diangkut pick up ke atas bukit. Wajah-wajah terlihat ceria seperti biasa, seolah pekerjaan berat yang menyerap sejuta keringat ini tak terasa bagi orang-orang yang telah tertempa seperti mereka. Sesekali canda tawa bersautan dengan derum mesin diesel dan raung gergaji di kejauhan. Bau solar tercium dari sisa asap knalpot yang ditinggalkan. Cuaca cukup cerah. Pekerjaan hari ini tinggal menemani Rudi mengumpulkan anggrek hutan. Anggrek yang menempel mesra di dahan yang bergelimpangan, perlahan akan dikelupas untuk diselamatkan. Sebenarnya kegiatan ini intermezo saja bagi Rudi, karena sayang melihat anggrek yang begitu indah namun tertimbun reruntuhan hutan.
Cepat sekali senja kembali merayap. Semua bekal telah habis dilahap. Sampai sejauh ini pick up perusahaan belum juga terlihat. Lelah yang memuaskan baru saja dirasakan, namun tanpa tanda-tanda sebelumnya, pupil mata Rudi tiba-tiba nanar menatap sosok yang tegak sendirian di tikungan. Rasa aneh menyelinap: syukur yang bimbang! Kulit Daha benar-benar telah putih pucat. Cahaya kuning emas tak mampu lagi menyepuhnya. Suara fauna bersahutan.

Ada apa gerangan?
Lalu senja merapat.
Ada yang hilang barusan?
Lalu tupai terbang melompat.
Ingin didengar jawab dari Daha di Tikungan.
Namun senja keburu tenggelam.
***

Palangka Raya, Mei 2003; Juli 2009

Dari: http://ugiborneo.blogspot.com/2010/11/di-tikungan-daha-senja-tenggelam.html Read More......

Rabu, 26 Januari 2011

Hitam Putih Kehidupan

-Kau bukanlah buih-buih sabun tanpa pegangan yang setiap saat bisa pecah.

-Keberanian adalah keutamaan hati dan akal adalah hikmah kebijakannya.

-Janganlah merugi dengan menciptakan hari ini lebih buruk dari hari kemarin.

-Janganlah tertipu dengan kehidupan yang lebih buruk.

-Usaha yang besar sering kali tercipta dari kesempatan yang kecil.

-Dari besar menjadi kecil bukanlah sebuah pengharapan.

-Melangkah dari tempat yang rendah ketempat yang tinggi adalah suatu kehormatan.

-Beranjak ketempat yang diidamkan orang lain adalah kemuliaan.

-Agama bukanlah pegangan yang mengecewakan' jadi janganlah kau mengecewakanNYA.

-Lurus lidahnya adalah suatu tanda bahwa hatinya lurus, Insya Allah Demikian adanya.

-Luruskanlah keimananmu dengan meluruskan hatimu.

-Berpikir panjanglah sebelum kesusahan menghampiri.

-Meratapi kegagalan jauh dari sifar orang bijak.

-Berbesar hati merupakan secuil dari rasa kebijakan orang bijak.

-Berlalulah masa lalu dan petiklah cahaya masa depan.

-Jangan mengajari hatimu untuk melepuh ketika menghadapi sesuatu yang panas, sabar.

-Buktikan ilmu anda dengan ucapan dan karya.

-Perbuatan mengilhami akal pikiran.

-Berdiam diri untuk menghindari kemurkahan.

-Bila itu yang dirasakan orang lain' bisa jadi itu pulahlah yang kau rasakan bila
kau berada diposisinya.

-Tenangkan hatimu dengan jalan berdoa.

-Raihlah kesuksesan dikala mudahmu.

-Awali pagimu dengan sesuatu yang lebih bijak.

-Sesuatu hak yang istimewah bila mampu mencintai dan dicintai dengan tulus.

-Menciptakan kebahagiaan dengan memperbanyak sahabat serta teman merupakan salah
satu jalan terbukanya rezki kita.

-Buatlah hidup menjadi lebih bermakna dengan jalan berkarya.

-Hidup semakin berarti dengan jalan memberi.

-Keberhasilan tidak luput dari kerja keras dan keuletan serta disiplin yang tinggi.

-Waktu bukanlah seutuhnya untuk bekerja namun beramal itu yang utama.

-Usahakan ucapan anda selalu selaras dengan tindakan.

-Bertindak sebelum berbicara merupakan sesuatu ciri orang hebat.

-Nilai itu lebih utama ketimbang harganya.

-Segala sesuatu yang manis mesti dibarengi dengan pengorbanan.

-Sesuatu lelucon jikalau seseorang dapat jatuh pada tempat yang sama lebih dari
satu kali.

-Jadilah pemeran dalam kehidupan' jangan jadi penonton.

-Baik hitam maupun putih dalam diri manusia pastinya semua memiliki mimpi dan
harapan.

-Masa depan adalah impian dari semua mahluk hidup.

-Kuasailah dirimu dengan jalan menguasai rahasiamu.

-Semakin banyak semakin berharga' itulah akal.

-Jangan mengikuti emosimu bila tidak mau celaka pada akhirnya.

-Kegagalan bukanlah pilihan setiap insan.

-Bunga belum tentu tidak berduri dan hukum itu berlaku pada setiap yang indah.

-Sesuatu yang lebih sukar pasti lebih bermakna.

-Raihlah kejayaan dengan jalan mengakui kesalahan sebab tidak baik jika kita
melimpahkan kesalahan kepada orang lain.

-Jadikanlah diam sebagai guru yang terbaik.

-Memiliki hal-hal terbaik tidak menjamin kebahagiaan.

-Menanamlah untuk menuai.

-Biarpun kecil itu terbaik bila bermakna.

-Kita akan menjadi apa yang kita pikirkan sebab itu adalah undang-undang alam.

-Seekor ikan di tangan lebih baik dari ribuan ekor ikan di samudera sana.

Bersambung...

Tolong Bimbingannya untuk Karya Selanjutnya..! Read More......

Aku Masih Disini

Aku masih disina dalam ketegaran pijakanku dimuka bumi ini. Jadi janganlah kau meragu terutama ragukan akan kemampuanku karena aku teramat sangat yakin akan kemampuanku untuk menaklukkan zaman yg menantangku dengan keangkuhan. Didalam diriku telah terpatok dan tertanam teramat dalam keyakinan dan kepastian yang sangat aku yakini akan langkah-langkah yang harus aku jejaki.
Keyakinanku ini sangatlah mendasar dan mendarah daging sehingga aku sangat yakin dan menyebabkan aku lalai akan apa yang ada disekitarku. Segenap elemen yang ada disekitarkupun mencemohkan dan mengkucilkan aku serta menganggap aku hina sehina-hinanya sesuatu yang teramat hina. Dan tanpa sadar akupun tenggelam dalam mimpi masa depan yang sangat aku yakini.
Setelah segenap unsur yang mengitari aku dalam ruang lingkup kehidupanku menyingkir barulah aku tersadar dan terhengak kaget' ternyata aku dalam jalan yang gelap teramat gelam sehingga membuat pandanganku buram dan tak mampu membedakan antara hitam dan putih.
Saatnya inrofeksi diri menata hidup kearah yang lebih baik dan tak lepas dari perintahNYA dan memohon segenap ridho hanya padaNYA.
I LOVE ALLOH

Mohon Bimbinganya Untuk Karya Selanjutnya..! Read More......
Download youtube Video

ShoutMix chat widget
 

© Copyright by BERBAGI ILMU DAN INFORMASI | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks